Sabtu, 09 April 2016

KARAKTERISTIK ANAK MI



Nama               : maslahatul Umah
Kelas/ Nim      : 2 A / D97215096
Matkul             : Akhlak


A.    Emosi yang umum pada awal masa kanak-kanak
1.      Amarah
Penyebab amarah pada umumnya adalah pertengkaran mengenai permainan, tidak tercapainya keinginan dan serangan yang hebat dari anak lain. Anak mengungkapkan rasa marah dengan menangis, berteriak, menggertak, menendang, melompat-lompat atau memukul.
2.      Takut
Pembiasaan, peniruan, dan ingatan tentang pengalaman yang kurang menyenagkan berperan penting dalam menimbulkan rasa takut, seperti cerita-cerita, gambar-gambar, acara radio dan televisi, dan film-film dengan unsur yang menakutkan. Pada mulanya reaksi anak terhadap rasa takut adalah panik, kemudian menjadi lebih khusus seperti lari, menghindar dan bersembunyi, menangis dan menghindari situasi yang menakutkan.
3.      Cemburu
Anak menjadi cemburu bila ia mengira bahwa minat dan perhatian orangg tua/ guru  beralih pada orang lain di dalam keluarga maupun disekolah. Biasanya ketika guru sedang bertanya kepada muridnya dan mengabaikan atau tidak merespon murid lainnya.
4.      Ingin Tahu
Anak mempunyai rasa ingin tahu terhadap hal-hal yang baru dilihatnya. Reaksi pertama adalah dalam bentuk penjelajahan sensomotorik,  kemudian sebagai akibat dari tekanan sosial dan hukuman, ia beraksi dengan bertanya.
5.      Iri hati
Anak-anak sering iri hati mengenai kemampuan atau barang yang dimiliki orang lain. Iri hati ini di ungkapkan dalam bermacam-macam cara, yang paling umum adalah mengeluh tentang barangnya sendiri, dengan mengungkapkan keinginan untuk memiliki barang yang dimiliki orang lain.

6.      Gembira
Anak-anak merasa gembira karena sehat, berhasil melakukan tugas yang dianggap sulit. Anak mengungkapkan kegembiraannya dengan tersenyum dan tertawa, bertepuk tangan, melompat-lompat, atau memeluk benda atau orang yang membatnya bahagia.
7.      Sedih
Anak-anak merasa sedih karena kehilangan segala sesuatu yang dicintai atau yang dianggap penting bagi dirinya, apakah itu orang, bintang, atau benda mati seperti mainan. Secara khas anak mengungkapkan kesedihannya dengan menangis dan dengan kehilangan minat terhadap kegiatan normalnya, termasuk makan.
8.      Kasih Sayang
Anak-anak belajar mencintai orang, binatang, atau benda yang menyenangkan. Ia mengungkapkan kasih sayang secara lisantetapi ketika masih kecil anak menyatakannya secara fisik dengan memeluk, menepuk, dan mencium objek kasih sayangnya. [1]
B.     Pola Perilaku Sosial dan Tidak Sosial
1.      Meniru
Agar sama dengan kelompok, anak meniru sikap dan perilaku orang yang sangat ia kagumi.
2.      Persaingan
Keinginan untuk mengungguli dan mengalahkan orang-orang lain sudah tampak pada usia empat tahun. Ini bermula dirumah dan kemudia berkembang dalam bermain dengan anak diluar rumah.
3.      Kerja Sama
Pada akhir tahun ketiga bermain kooperatif dan kegiatan kelompok mulai berkembang dan meningkat baik dalam frekuensi maupun lamanya berlangsung, bersamaan dengan meningkatnnya kesempatan untuk bermain dengan anak lain.
4.      Simpati
Karena simpati membutuhkan pengertian tentang perasaan-perasaan dan emosi orang lain. Semakin banyak kontak bermain, semakin cepat simpati akan berkembang.

5.      Empati
Seperti halnya simpati, empati membutuhkan pengertian tentang perasaan dan emosi orang-orang lain tetapi disamping itu juga membutuhkan kemampuan untuk membayangkan diri sendiri di tempat orang lain.
6.       Dukungan Sosial
Dukungan dari teman-teman menjadi lebih penting dari pada persetujuan orang-orang dewasa. Anak beranggapan bahwa perilaku nakal dan perilaku mengganggu merupakan cara untuk memperoleh dukungan dari teman-teman sebaya.
7.      Membagi
Anak mengetahui bahwa salah satu cara untuk memperoleh persetujuan sosial adalah dengan membagi miliknya. Terutama mainan, untuk anak-anak lain.
C.     Perilaku Pola Tidak Sosial
1.      Negativisme
Negativisme, atau melawan otoritas orang dewasa, mencapai puncaknya antara tiga sampai empat tahun kemudian menurun. Perlawanan fisik lambat laun berubah menjadi perlawanan verbal dan pura-pura tidak mendengar atau tidak mengerti permintaan orang dewasa.
2.      Agresif
Perilaku agresif meningkat antara usia dua sampai empat tahun kemudian menurun. Serangan-serangan fisik mulai diganti dengan serangan-serangan verbal dalam bentuk memaki-maki atau atau menyalahkan orang lain.
3.      Perilaku Berkuasa
Perilaku berkuasa, atau “merajai” mulai sekitar usia tiga tahun dan semakin meningkat dengan bertambah banyaknya kesempatan untuk kontak sosial.
4.      Memikirkan Diri Sendiri
Karena cakrawala anak terbatas dirumah, maka anak seringkali memikirkan dan mementingkan dirinya sendiri. Dengan meluasnya cakrawala lambat laun perilaku memikirkan diri sendiri berkurang tetapi perilaku murah hati masih sangat sedikit.
5.      Mementingkan diri sendiri
Seperti halnya perilaku memikirkan diri sendiri, perilaku mementingkan diri sendiri lambat laun diganti dengan oleh minat dan perhatian kepada orang lain. Cepatnya perubahan ini bergantung pada banyaknya kontak dengan orang-orang di luar rumah dan beberapa besar keinginan mereka untuk diterima oleh teman-teman.
6.      Merusak
Ledakan amarah sering disertai dengan tindakan merusak benda-benda disekitrnya, tidak peduli miliknya sendiri atau milik orang lain. Semakin hebat amarahnya, semakin luas tindakan merusaknya.  


[1] Elizabeth B. Hurlock, Psikologi Perkembangan,(jakarta: ERLANGGA, 2014), hlm, 116

pengertian filsafat menurut para ahli



 

NAMA            : Maslahatul Umah
KELAS           : 2A
NIM                : D97215096
MATKUL       : Filsafat Pendidikan Islam
DOSEN          : Dra. Arabiyah YS, MA

1.      Pengertian filsafat menurut Harun Nasution adalah berfikir menurut tata tertib (logika) dan bebas (tidak terikat tradisi, agama atau dogma) dan dengan sedalam dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar (radix: akar) persoalan.[1] Adapun menurut Sidi Gazalba, adalah berfikir secara mendalam, sistematik, radikal, dan universal dalam rangka cari kebenaran, inti atau hakikat mengenai segala sesuatu yang ada.  [2]
2.      Pengertian filsafat menurut saya adalah sebuah pemikiran untuk mencari kebenaran mengenai segala sesuatu yang ada, mempunyai rasa keingintahuan dan kebenaran apa yang terjadi pada suatu persoalan.
3.      Pengertian Pendidikan menurut  Soegarda Poerbakawaca, adalah segala usaha dan perbuatan dari generasi tua untuk mengalihkan pengalamannya, pengetahuannya, percakapannya, serta keterampilannya kepada generasi muda untuk melakukan fungsi hidupnya. Adapula menurut M.J, longeveled adalah usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang di berikan kepada anak agar tertuju kepada kedewasaannya, at adalaj bimbingan ataau lebih tepatnya membantu anak agar cukup melaksanakan tugas hidupnya sendiri. [3] Adapun definisi pendidikan yang disandarkan pada makna dan aspek serta ruang lingkupnya, dapat dilihat dari definisi yang dikemukaan oleh Ahmad D, Marimba, “Pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani   peserta didik menuju terbentuknya kepribadiaan utama.” Adapun menurut Ali Asraf, pendidikan adalah suatu upaya melatih perasaan murid-murid sehingga dalam sikap, tindakan, keputusan, atau pendekatan mereka terhadap segala jenis pengetahuan dipengaruhi sekali oleh oleh nilai spiritual dan sangat sadar akan nilai etika.[4]
4.      Pengertian pendidikan menurut saya adalah sebuah proses kedewasaan yang berawal dari ketidak tahuan menjadi sebuah keingintahuan dan timbullah sebuah pertanyaan yang ingin di mengerti dan dipahami.  
5.      Pengertian filsafat pendidikan menurut  jhon Dewey  adalah suatu pembentukan kemampuan dasar yang fundamental, baik yang menyangkut daya pikir (intelektual) maupun daya perasaan (emosional), menuju tabiat nasional.[5]
6.      Pengertian filsafat pendidikan menurut saya adalah sebuah cara kedewasaan yang bermula dari pemikiran orang lain dan mulai menyelidiki maksud dari pemikiran orang lain. 
7.      Pengertian Filsafat pendidikan islam menurut Muzayyin Arifin, filsafat pendidikan islam pada hakikatnya adalah konsep berpikir tentang kependidikan yang bersumberkan atau  berlandaskan  ajaran-ajaran agama islam tentang hakikat kemampuan manusia untuk dapat dibina dan dikembangkan serta dibimbing menjadi manusia muslimyang seluruh pribadinya dijiwai oleh ajaran islam. Adapula menurut Omar Muhammad Al-Taomy Al-Syaibani ialah pelaksanaan pandangan filsafat dari kaidah filsafat dalam bidang pendidikan yang didasarkan pada ajaran islam, beliau mengatakan supaya filsafat pendidikan islam itu dapat memperoleh faedah,tujuan-tujuan dan fungsi-fungsi yang diharapkan dan di imdamkan, filsafat itu harus diambil dari berbagai sumber.[6]
8.      Pengertian filsafat pendidikan islam menurut saya adalah kajian secara filosofis mengenai berbagai masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan yang didasarkan pada al quran dan al hadist ysng lebih di prioritaskan, ketimbang para ahli filosofi.

                                         







DAFTAR PUSTAKA
Tim Review MKD 2015 UIN SUNAN AMPEL SURABAYA.2015. Pengantar Filsafat. surabaya: UIN SA Press
Nata, Abuddin MA. 2005. filsafat pendidikan islam. Jakarta Selatan: Gaya Media Pertama
http://duniabaca.com/definisi-pendidikan.html (diakses tgl 6 maret 2016 pukul 5:15)
Gandhi, teguh wangsa. 2011. filsafat Pendidika. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA


[1] Tim Review MKD 2015 UIN SUNAN AMPEL SURABAYA, Pengantar Filsafat, (surabaya: UIN SA Press, 2015), hlm,8.
[2] Prof. Dr. H. Abuddin Nata, MA, filsafat pendidikan islam, (Jakarta Selatan: Gaya Media Pertama, 2005), hlm.3.
[3] http://duniabaca.com/definisi-pendidikan.html (diakses tgl 6 maret 2016 pukul 5:15)
[4] Teguh Wangsa Gandhi, filsafat Pendidika,( Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA, 2011), hlm, 62-63.
[6] Ibid, hlm, 14-15,

masuk PTN Favorit

Dulu sewaktu masih SMA menginginkan agar lekas lulus dan bisa masuk PTN favorit. setelah masuk di PTN. dan apa yang kurasakan jauh lebih nyaman dan lebih asyik ketika masa putih abu-abu. kana apa di masa putih abu-abu kalian tidak dituntut untuk bisa melampaui guru kalian, walau kalian tidak paham kalian masih bertanya pada guru kalian dengan tenang. tapi ketika kalian berada di universitas kalian harus lebih memahami akan hakikat ilmu yang sebenarnya. mungkin diawal-awal perkuliahan kalian belum merasakan hakikat kuliah sebenarnya. yang kalian rasakan hanyalah sebuah kebanggaan yang akhirya bisa menjadi mahasiswa di salah satu PTN pilihan kalian. kalian akan dengan percaya diri mengatakan kalau kalian seorang mahasiswa dari sebuah PTN favorit. ketahuilah bahwa apa yang bisa menjadikan kita sukses bukanlah karna kalian masuk di PTN favorit. melainkan kalian bisa sukses dan mengharumkan nama PTN kalian. jangan khawatir bagi kalian yang sekarang hanya kuliah di perguruan tinggi swasta, kalian harus bangkit dan tunjjukkan ke dunia bahwa kalian tak kalah pandai dengan mahasiswa yang berada di PTN favorit. tetap semangat wahai mahasiswa dan calon mahasiswa.
SAYA BANGGA JADI MAHASISWA
SAYA HARUS SUKSES