Nama :
maslahatul Umah
Kelas/ Nim :
2 A / D97215096
Matkul :
Akhlak
A. Emosi yang umum pada awal masa kanak-kanak
1. Amarah
Penyebab amarah pada umumnya adalah pertengkaran mengenai
permainan, tidak tercapainya keinginan dan serangan yang hebat dari anak lain.
Anak mengungkapkan rasa marah dengan menangis, berteriak, menggertak,
menendang, melompat-lompat atau memukul.
2. Takut
Pembiasaan, peniruan, dan ingatan tentang pengalaman yang
kurang menyenagkan berperan penting dalam menimbulkan rasa takut, seperti
cerita-cerita, gambar-gambar, acara radio dan televisi, dan film-film dengan
unsur yang menakutkan. Pada mulanya reaksi anak terhadap rasa takut adalah
panik, kemudian menjadi lebih khusus seperti lari, menghindar dan bersembunyi,
menangis dan menghindari situasi yang menakutkan.
3. Cemburu
Anak menjadi cemburu bila ia mengira bahwa minat dan
perhatian orangg tua/ guru beralih pada
orang lain di dalam keluarga maupun disekolah. Biasanya ketika guru sedang
bertanya kepada muridnya dan mengabaikan atau tidak merespon murid lainnya.
4. Ingin Tahu
Anak mempunyai rasa ingin tahu terhadap hal-hal yang baru
dilihatnya. Reaksi pertama adalah dalam bentuk penjelajahan sensomotorik,
kemudian sebagai akibat dari
tekanan sosial dan hukuman, ia beraksi dengan bertanya.
5. Iri hati
Anak-anak sering iri hati mengenai kemampuan atau barang
yang dimiliki orang lain. Iri hati ini di ungkapkan dalam bermacam-macam cara,
yang paling umum adalah mengeluh tentang barangnya sendiri, dengan
mengungkapkan keinginan untuk memiliki barang yang dimiliki orang lain.
6. Gembira
Anak-anak merasa gembira karena sehat, berhasil melakukan
tugas yang dianggap sulit. Anak mengungkapkan kegembiraannya dengan tersenyum
dan tertawa, bertepuk tangan, melompat-lompat, atau memeluk benda atau orang
yang membatnya bahagia.
7. Sedih
Anak-anak merasa sedih karena kehilangan segala sesuatu
yang dicintai atau yang dianggap penting bagi dirinya, apakah itu orang,
bintang, atau benda mati seperti mainan. Secara khas anak mengungkapkan
kesedihannya dengan menangis dan dengan kehilangan minat terhadap kegiatan
normalnya, termasuk makan.
8. Kasih Sayang
Anak-anak belajar mencintai orang, binatang, atau benda
yang menyenangkan. Ia mengungkapkan kasih sayang secara lisantetapi ketika
masih kecil anak menyatakannya secara fisik dengan memeluk, menepuk, dan
mencium objek kasih sayangnya. [1]
B. Pola Perilaku Sosial dan Tidak Sosial
1. Meniru
Agar sama dengan kelompok, anak meniru sikap dan perilaku
orang yang sangat ia kagumi.
2. Persaingan
Keinginan untuk mengungguli dan mengalahkan orang-orang
lain sudah tampak pada usia empat tahun. Ini bermula dirumah dan kemudia
berkembang dalam bermain dengan anak diluar rumah.
3. Kerja Sama
Pada akhir tahun ketiga bermain kooperatif dan
kegiatan kelompok mulai berkembang dan meningkat baik dalam frekuensi maupun
lamanya berlangsung, bersamaan dengan meningkatnnya kesempatan untuk bermain
dengan anak lain.
4. Simpati
Karena simpati membutuhkan pengertian tentang perasaan-perasaan
dan emosi orang lain. Semakin banyak kontak bermain, semakin cepat simpati akan
berkembang.
5. Empati
Seperti halnya simpati, empati membutuhkan pengertian
tentang perasaan dan emosi orang-orang lain tetapi disamping itu juga
membutuhkan kemampuan untuk membayangkan diri sendiri di tempat orang lain.
6. Dukungan
Sosial
Dukungan dari teman-teman menjadi lebih penting dari pada
persetujuan orang-orang dewasa. Anak beranggapan bahwa perilaku nakal dan
perilaku mengganggu merupakan cara untuk memperoleh dukungan dari teman-teman
sebaya.
7. Membagi
Anak mengetahui bahwa salah satu cara untuk memperoleh
persetujuan sosial adalah dengan membagi miliknya. Terutama mainan, untuk
anak-anak lain.
C. Perilaku Pola Tidak Sosial
1. Negativisme
Negativisme, atau melawan otoritas orang dewasa, mencapai
puncaknya antara tiga sampai empat tahun kemudian menurun. Perlawanan fisik
lambat laun berubah menjadi perlawanan verbal dan pura-pura tidak mendengar
atau tidak mengerti permintaan orang dewasa.
2. Agresif
Perilaku agresif meningkat antara usia dua sampai empat
tahun kemudian menurun. Serangan-serangan fisik mulai diganti dengan
serangan-serangan verbal dalam bentuk memaki-maki atau atau menyalahkan orang
lain.
3. Perilaku Berkuasa
Perilaku berkuasa, atau “merajai” mulai sekitar usia tiga
tahun dan semakin meningkat dengan bertambah banyaknya kesempatan untuk kontak
sosial.
4. Memikirkan Diri Sendiri
Karena cakrawala anak terbatas dirumah, maka anak
seringkali memikirkan dan mementingkan dirinya sendiri. Dengan meluasnya
cakrawala lambat laun perilaku memikirkan diri sendiri berkurang tetapi
perilaku murah hati masih sangat sedikit.
5. Mementingkan diri sendiri
Seperti halnya perilaku memikirkan diri sendiri, perilaku
mementingkan diri sendiri lambat laun diganti dengan oleh minat dan perhatian
kepada orang lain. Cepatnya perubahan ini bergantung pada banyaknya kontak
dengan orang-orang di luar rumah dan beberapa besar keinginan mereka untuk
diterima oleh teman-teman.
6. Merusak
Ledakan
amarah sering disertai dengan tindakan merusak benda-benda disekitrnya, tidak
peduli miliknya sendiri atau milik orang lain. Semakin hebat amarahnya, semakin
luas tindakan merusaknya.